CAZH Mendukung Penguatan Peran Admin SIMDIK YaBAKII

CILACAP – Dalam rangkaian peringatan HUT YaBAKII ke-50, pihak Yayasan menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan pelatihan dalam rangka penguatan kembali peran para admin dan operator sistem informasi manajemen pendidikan (SIMDIK) YaBAKII. Kegiatan diselenggarakan di Kantor Pusat YaBAKII, Kesugihan, Kab. Cilacap pada Hari Selasa, 7 Desember 2021, diikuti oleh sekitar 50 orang admin dan operator SIMDIK dari berbagai lembaga pendidikan di bawah YaBAKII.

Acara dibuka dengan sambutan pembinaan dari Ketua YaBAKII, K.H. Lubul Umam, SE. Dalam sambutannya Kyai Umam, sapaan akrab beliau, menyampaikan pentingnya peran para administrator dan operator SIMDIK dalam mengelola data di masing-masing lembaga, agar kebijakan Yayasan dapat terus seiring sejalan kebutuhan seluruh lembaga di bawah YaBAKII.

Jika data sesuai, maka yayasan dapat mengembangkan berbagai kebijakan dan pada akhirnya mengembangkan organisasi dan berperan dalam perkembangan masyarakat baik sektor pendidikan maupun ekonomi. Kyai Umam mencontohkan lembaga pendidikan Al-Azhar di Mesir, yang kini menguasai sekitar dua per tiga perekonomian negara tersebut, dengan mengelola beragam program wakaf produktif.

Setelah pembukaan, acara berikutnya adalah pembinaan dan pelatihan SIMDIK. Sesi ini dimoderasi oleh Afif, staf YaBAKII yang mengelola SIMDIK. Dalam sesi pelatihan ini, PT Cazh Teknologi Inovasi menghadirkan satu tim terdiri dari enam orang, dipimpin langsung CEO Muh Arif Mahfudin. Bertindak sebagai narasumber, Hari Yuliawan dan Supriyanto. Sedangkan sebagai pendamping peserta, Mustofa Kamil, Yonanda Putri SA, dan Youana Mahadevi.

Kegiatan pelatihan sendiri berlangsung lancar, dengan interaksi yang baik dari para peserta. Dimulai dari perkenalan fitur-fitur terbaru SIMDIK YaBAKII yang sudah dikembangkan sejak tahun 2019, kemudian perkenalan konsep integrasi dengan aplikasi mobile YaBAKII wallet dan Kasir online yang di masa depan rencananya akan digunakan di seluruh lembaga pendidikan dibawah YaBAKII.

Sebagian besar peserta juga mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini. Mereka sadar bahwa data adalah hal penting yang akan berguna di masa depan. Beberapa admin SIMDIK menyampaikan beberapa kendala yang selama ini dialami mulai dari lupa password hingga kesulitan export-import data dengan Dapodik dan EMIS. Tetapi hal ini direspon baik oleh Tim CAZH, bahwa SIMDIK ini sedang dikembangkan agar dapat kompatibel dengan beragam aplikasi lain terutama yang terkait laporan wajib kepada instansi Pemerintah. (sy)