Silaturahmi Dengan Forum Komunikasi Kepala SD/MI Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah

WONOSOBO – Bertempat di Wonoland, Wonosobo, puluhan kepala sekolah SD/MI Muhammadiyah se Jawa Tengah mengadakan rapat koordinasi (rakor) rutin. Rakor kali ini digelar setelah dua bulan absen karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sejak Juli tahun ini.

Pada sesi pertemuan malam, perwakilan PT Cazh Teknologi Inovasi, Supriyanto berkesempatan untuk memperkenalkan layanan digitalisasi sekolah dengan platform CARDS. Dengan keterbatasan waktu hanya 15 menit dan tanpa proyektor layar untuk presentasi, perkenalan plaftorm CARDS dimulai dengan sebuah amplop berisi surat dan kartu siswa digital contoh.

Para Kepala SD/MI yang hadir terlihat sangat antusias, karena layanan platform digital, dapat dijelaskan hanya dengan sebuah amplop, selembar kertas surat dan sebuah kartu. Dengan alat peraga sederhana itu, layanan digitalisasi sekolah diperkenalkan mencakup Sistem Manajemen Sekolah untuk Kepala Sekolah, TU, Bendahara dan Guru, juga Sistem Manajemen Bisnis untuk unit usaha sekolah serta aplikasi CARDS kartu digital untuk orang tua sehingga dapat mengelola kartu siswa digital mulai dari aktivasi, penentuan PIN, top-up saldo, limit transaksi harian, refund saldo dan sebagainya. Menariknya, untuk itu semua investasi yang disiapkan sekolah hanya Rp 20.000 per siswa, diluar biaya implementasi dan biaya langganan bulanan untuk maintenance sistem.

Setidaknya ada tiga penanya yang sempat menyampaikan pertanyaan dan langsung dijawab oleh Tim CARDS. Pertama mengenai saldo orang tua dan saldo anak. Keduanya berbeda fungsi, saldo orang tua dapat digunakan untuk membayar tagihan, PPOB dan top-up saldo kartu anak, sedangkan saldo kartu anak hanya dapat digunakan untuk transaksi digital di kantin/toko yang menggunakan aplikasi CAZH POS.

Kedua mengenai keamanan, dipertanyakan bagaimana CARDS terjamin keamanannya. Selain secara teknologi CARDS dilengkapi dengan serangkaian fitur keamanan terkini, sistem ini juga telah resmi terdaftar sebagai PSE lingkup privat pada Kementerian Kominfo RI, dan didukung payment gateway dari PJSP resmi yang terdaftar di Bank Indonesia. Selama beroperasi lebih dari tiga tahun, platform CAZH tidak pernah mengalami kendala dan tidak pernah ada kehilangan saldo perseorangan maupun lembaga.

Ketiga, ada yang bertanya bagaimana bisa biaya sistemnya sangat terjangkau, sedangkan harga server mahal dan bagaimana bedanya dengan cash management system yang ditawarkan perbankan. Kami menjelaskan bahwa PT Cazh Teknologi Inovasi memiliki beberapa lini bisnis, mulai dari Corebanking System, Point of Sale dan Billing System. Karena itu, platform kami sudah terbukti andal dan memiliki model bisnis yang baik, dengan pola berlangganan. Aplikasi mahal biasanya karena beli putus.

Sedangkan bedanya CMS perbankan dengan platform CARDS adalah pada fiturnya, CMS mungkin hanya menangani masalah transaksi keuangan, pembayaran dengan virtual account, tapi itu pun terbatas pada satu bank, sementara kami dapat dibayar melalui VA BRI, BNI, Mandiri dan tentu saja dari semua bank lain bisa juga transkasi online kesana. Jika tidak memiliki rekening bank, bahkan pengguna dapat top-up saldo secara tunai di Alfamart dan Indomaret, di seluruh Indonesia.

Acara rakor FKK SD/MI Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah ini sendiri dibuka di SD Muhammadiyah Sudagaran, Wonosobo, kemudian dilanjutkan di Wonoland tanggal 10-11 September 2021. FKK SD/MI Muhammadiyah provinsi Jawa Tengah saat ini diketuai oleh Ustadz Pamuji Raharjo, M.Pd, yang juga merupakan Kepala MI Muhammadiyah Unggulan Surokalang, Karanganyar.

Dengan pertemuan ini, diharapkan CARDS dapat dikenali lebih luas, khususnya di kalangan lembaga pendidikan SD/MI Muhammadiyah, umumnya oleh seluruh sekolah dan madrasah di Jawa Tengah.