Workshop Impementasi Kartu Santri Digital Minahaajurrosyidiin, Jakarta

JAKARTA – Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, di Jakarta Timur adalah salah satu pilot project Pesantren Go Digital Telkom Indonesia, bekerjsama dengan PT Cazh Teknologi Inovasi. Akhir Juli ini Ponpes dengan lebih dari 1.500 santri tersebut tengah fokus mempersiapkan impelementasi kartu santri digital, dan untuk itulah digelar workshop virtual persiapan penerapan sistem tersebut pada hari Kamis, 29 Juli 2021.

Workshop dimulai sekitar pukul 10.30, dan dipandu Tim PGD Telkom Indonesia yang hadir langsung di lokasi. Sementara tim CAZH menjadi narasumber via layanan konferensi video, Zoom.

Pada sesi pertama workshop, diperkenalkan kembali fitur-fitur dashboard lembaga pondok pesantren, mulai dari pengelolaan anggota, penambahan anggota, tipe dan grup anggota serta pengaturan lembaga-lembaga pendidikan dibawah yayasan Pondok Pesantren.

Setelah itu, juga didemokan langsung fitur tagihan. Baik tagihan masal maupun satu persatu, cek tagihan di aplikasi mobile Kartu Santri, maupun cek di website serta pembayaran tunai. Setelah itu fitur inventaris, absensi santri dan pembukuan juga dibahas. Tak kalah penting, fitur PPDB online diperkenalkan dan kemungkinan besar akan baru dapat digunakan pada PPDB tahun 2022/2023 mendatang.

Pada sesi workshop kedua, peserta diajak mengenal fitu-fitur CAZH POS (point of sale) karena di Ponpes Minhaajurrosyidiin juga ada Pontren Mart. Nantinya kartu santri digital dapat digunakan sebagai pengganti uang tunai ketika transaksi di kantin ponpes maupun di toko-toko sekitar, dengan syarat menggunakan CAZH POS.

Workshop berakhir sekitar pukul 14.30 WIB, dengan rencana tindak lanjut workshop lanjutan pada bulan Agustus 2021. Jika sudah dianggap siap, maka implementasi sistem dapat dilakukan efektif pada tahun pelajaran 2021/2022 ini.